7 Februari 2012

LCO Edubition, Potret Budaya Hijau Tunas Bangsa

Siswa dengan semangat ikut voting dalam LCO
 Kerusakan lingkungan, pemanasan global, perubahan iklim adalah rentetan isu yang telah dielu-elukan pada dekade terakhir ini. Ulah manusia dan efek industri yang merusak dituding-tuding sebagai penyebab terjadinya berbagai fenomena alam ini. Sebagai dampaknya antara lain mencairnya es di kutub utara dan selatan, naiknya permukaan air laut, suhu bumi meningkat, dan sebagainya. Terkadang ngeri untuk memikirkan efek dari buang satu sampah sembarangan saja, lalu bagaimana dengan berjuta orang lainnya yang melakukan hal serupa.
Bulan Februari ini dianggap sebagai momen tepat untuk mengadakan pameran muatan lokal lingkungan hidup (LCO Edubition) di SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy). Hal ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah yang jatuh tiap tanggal 2 Februari. Acara ini meliputi pameran pamflet dan poster antarkelas sepuluh yang ditempel di mading lingkungan, lalu setiap pengunjung akan mengisi ballot favorit bagi rubrik terbaik tiap kelas. Penulis rubrik terbaik tiap kelas akan mendapatkan bonus nilai dari Miss Siti Aulia, S.Si, guru muatan lokal sekaligus penggagas LCO Edubition.
Berbagai macam ide kreatif yang muncul antara lain potret kampanye bersepeda, foto merawat tanaman, dokumentasi pemberian materi lingkungan kepada murid SD, ataupun rubrik narsis sebagai bukti cinta lingkungan.
Antusiasme dari peserta terlihat begitu besar, mengingat cara mereka yang sangat persuasif untuk menarik pengunjung yang datang. Bahkan, ada yang tak segan-segan untuk merayu dan membujuk pengunjung agar rubriknya divote sebagai rubrik favorit.
“Menurut saya, acara LCO Edubition ini sangat seru dan menyenangkan. Kami nggak boring dan suntuk belajar di kelas terus. At least, moga-moga acara ini bisa berlangsung dari tahun ke tahun.”, tutur Aprilyanto Nur Huda, siswa kelas X-11 peserta LCO Edubition.
Acara ini merupakan potret penanaman karakter hijau bagi tunas bangsa di masa depan. Kampanye hijau yang menyuarakan rintihan dan kegusaran semesta memang perlu dilantangkan. Agar manusia tak berulah dan menyebabkan kerusakan alam yang lebih parah lagi. Demi masa depan hijau bagi anak cucu manusia. (VIT)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Rek, semangat ya... Cayo Pulpen Muda!

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons